Jakarta, 24 September 2026 – Josh Flo memiliki perjalanan yang tidak biasa sebelum dikenal luas melalui panggung Indonesian Idol musim ke-14. Penyanyi bernama lengkap Florentino Joshua Aluddin tersebut sebelumnya bekerja sebagai penjaga tahanan di Lapas Perempuan Kelas III Manokwari, Papua Barat. Pengalaman itu kembali diceritakannya dalam program BONGKAR bersama Azia Riza. Bagi Josh, masa bekerja di lingkungan pemasyarakatan turut membentuk kedisiplinan dan kemampuannya menghadapi berbagai karakter orang.
Selama bertugas di lapas, Josh menjalani berbagai rutinitas yang jauh berbeda dengan kehidupannya setelah terjun ke industri musik. Ia terbiasa memeriksa barang hingga mencatat alur kunjungan sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari. Aktivitas tersebut menuntut ketelitian sekaligus kemampuan berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Josh mengakui pengalaman itu kemudian turut membantunya menjadi lebih tenang ketika harus menghadapi tekanan di atas panggung.
Bakat bernyanyi Josh ternyata tetap mendapat ruang ketika dirinya masih bekerja di lapas. Ia beberapa kali dipercaya menjadi juri dalam perlombaan menyanyi yang digelar untuk warga binaan sebagai bagian dari kegiatan pembinaan. Sebelum mengikuti Indonesian Idol, Josh tercatat telah bekerja sekitar tiga tahun sebagai penjaga tahanan. Pekerjaan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan hidupnya ketika ia mulai dikenal masyarakat sebagai penyanyi.
Keputusan mengikuti Indonesian Idol menjadi langkah besar karena Josh harus meninggalkan rutinitasnya di Manokwari dan datang ke Jakarta. Saat itu usianya 26 tahun dan berada di batas usia peserta kompetisi, sehingga kesempatan tersebut menjadi momentum penting baginya untuk mengejar mimpi di bidang musik. Perjalanan dari Papua Barat menuju Jakarta juga mengharuskannya beradaptasi dengan lingkungan baru serta menghadapi proses audisi yang ketat. Josh mengenang masa menunggu keputusan juri sebagai salah satu pengalaman menegangkan yang sulit dilupakan.
Pada babak audisi, kemampuan vokalnya langsung mendapatkan perhatian. Josh membawakan sejumlah lagu, termasuk “Lay Me Down” dan “Sesaat Kau Hadir”, hingga memperoleh persetujuan dari lima juri dan Golden Ticket. Perjalanannya kemudian berlanjut melalui berbagai tahapan kompetisi dengan penampilan yang konsisten. Salah satu penampilannya bahkan mencatat lebih dari satu juta penayangan di platform video, memperluas pengenalan publik terhadap sosoknya.
Josh akhirnya berhasil menembus jajaran lima besar Indonesian Idol musim ke-14. Dalam salah satu penampilan terakhirnya, ia berduet dengan Marion Jola membawakan “Aku Takdirmu” dan mendapatkan apresiasi dari jajaran juri. Ia juga membawakan “Senja Sudut Kota” sebelum akhirnya harus menghentikan perjalanan di Spektakuler Show 11 pada 27 April 2026. Hasil tersebut tetap menjadi pencapaian penting bagi Josh setelah memulai kompetisi sebagai peserta yang datang dengan latar belakang profesi berbeda dari dunia hiburan.
Selepas kompetisi, perjalanan musik Josh tidak berhenti. Ia kemudian mendapatkan kesempatan berkolaborasi dengan Bunga Citra Lestari melalui lagu “Terpesona” yang dirilis pada 21 Agustus 2026. Kesempatan tersebut datang setelah BCL menghubunginya seusai Josh tereliminasi dari Indonesian Idol dan menawarkan kolaborasi. Josh memandang proyek itu sebagai salah satu momen penting karena BCL termasuk sosok yang sejak audisi telah memberikan kepercayaan terhadap karakter vokalnya.
Josh juga tengah menyiapkan karya musik berikutnya dengan tema hubungan jarak jauh atau LDR. Ia terlibat dalam proses penulisan lirik untuk menyampaikan pengalaman emosional mengenai cinta yang terpisahkan jarak. Dalam perbincangannya bersama Azia Riza, Josh bahkan sempat memperdengarkan cuplikan karya tersebut secara langsung. Lagu itu menjadi bagian dari langkahnya membangun perjalanan musik setelah kompetisi berakhir.
Di luar cerita mengenai pekerjaan dan musik, Josh turut mengungkap sejumlah pengalaman personal selama mengikuti kompetisi. Ia memiliki benda tertentu yang selalu disimpan di dalam tas dan dianggap mempunyai nilai khusus selama menjalani Indonesian Idol. Josh juga bercerita mengenai sosok yang menginspirasinya dalam bermusik serta momen emosional bersama peserta lain yang pernah membuatnya menangis. Cerita-cerita tersebut memperlihatkan sisi lain perjalanan Josh di balik penampilannya di panggung kompetisi.
Perjalanan Josh Flo memperlihatkan perubahan besar dari rutinitas sebagai penjaga Lapas Perempuan Kelas III Manokwari menuju panggung musik nasional. Pengalaman bekerja di lingkungan pemasyarakatan membentuk kedisiplinan dan cara berkomunikasinya, sementara Indonesian Idol membuka jalan lebih luas untuk mengembangkan kemampuan bernyanyi. Keberhasilannya mencapai Top 5 kemudian berlanjut dengan kolaborasi dan persiapan karya baru setelah kompetisi. Kini, Josh memasuki tahap berikutnya dalam karier dengan membangun identitasnya sebagai penyanyi profesional.




