Halmahera Utara, 11 Oktober 2026 – Gunung Dukono yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Minggu pagi, 11 Oktober 2026. Aktivitas vulkanik tersebut menunjukkan bahwa gunung api tersebut masih mengalami peningkatan tekanan dan pelepasan material dari dalam kawah. Dalam laporan pengamatan, tinggi kolom abu akibat erupsi kali ini tidak dapat teramati secara visual. Kondisi tersebut membuat petugas belum dapat memastikan seberapa tinggi material vulkanik terlontar ke atmosfer. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi.
Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang memiliki riwayat aktivitas erupsi berkepanjangan. Gunung yang berada di Pulau Halmahera tersebut kerap mengeluarkan abu vulkanik dengan intensitas yang berubah-ubah. Aktivitas erupsi dapat terjadi secara berulang dalam waktu berdekatan, sehingga pemantauan terus dilakukan oleh petugas pengamatan gunung api. Kondisi cuaca dan tutupan awan juga dapat memengaruhi kemampuan petugas dalam melihat kolom abu secara langsung. Karena itu, tidak terlihatnya kolom abu bukan berarti erupsi tidak menghasilkan material vulkanik.
Pengamatan aktivitas Gunung Dukono dilakukan melalui pemantauan visual dan instrumen kegempaan yang dipasang di sekitar kawasan gunung. Data tersebut digunakan untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik serta mendeteksi perubahan yang berpotensi menimbulkan bahaya. Ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan pengamatan langsung, informasi dari alat pemantauan menjadi bagian penting dalam penilaian aktivitas gunung. Petugas juga memperhatikan berbagai indikator lain, termasuk getaran yang berkaitan dengan aktivitas erupsi. Hasil pemantauan selanjutnya menjadi dasar penyampaian informasi dan rekomendasi keselamatan kepada masyarakat.
Erupsi Gunung Dukono berpotensi menimbulkan hujan abu di wilayah yang berada searah dengan pergerakan angin. Sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, kecepatan angin, dan jumlah material yang dilepaskan saat erupsi. Abu yang terbawa angin dapat mengganggu jarak pandang serta memengaruhi aktivitas masyarakat di luar ruangan. Partikel abu juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan, terutama bagi kelompok yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Oleh karena itu, masyarakat disarankan menggunakan masker dan pelindung mata apabila terjadi hujan abu di lingkungan tempat tinggal.
Selain hujan abu, aktivitas erupsi juga dapat menimbulkan bahaya di sekitar kawah aktif. Material vulkanik yang terlontar dapat membahayakan siapa pun yang berada terlalu dekat dengan pusat erupsi. Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan perlu mematuhi batas aman yang ditetapkan berdasarkan rekomendasi resmi pemantauan gunung api. Aktivitas mendekati kawah untuk melihat erupsi secara langsung tidak disarankan karena perubahan intensitas letusan dapat terjadi tanpa tanda yang mudah dikenali. Kepatuhan terhadap pembatasan kawasan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat aktivitas vulkanik.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait memiliki peranan penting dalam menyampaikan informasi mengenai perkembangan Gunung Dukono kepada masyarakat. Koordinasi diperlukan agar warga yang berada di kawasan berpotensi terdampak dapat mengetahui langkah perlindungan yang perlu dilakukan. Informasi mengenai aktivitas erupsi juga penting bagi pengelola transportasi dan penerbangan apabila abu vulkanik bergerak menuju jalur yang digunakan pesawat. Namun, dampak terhadap penerbangan harus ditentukan berdasarkan pengamatan sebaran abu dan penilaian otoritas terkait. Penyampaian informasi yang akurat diperlukan untuk mencegah kepanikan sekaligus menjaga kesiapsiagaan masyarakat.
Warga yang tinggal di sekitar Gunung Dukono diharapkan mempersiapkan perlengkapan perlindungan sederhana sebagai langkah antisipasi. Masker, kacamata pelindung, dan persediaan air bersih dapat membantu mengurangi dampak apabila abu vulkanik mencapai permukiman. Masyarakat juga disarankan menutup tempat penyimpanan air serta membersihkan abu yang menumpuk dengan cara yang tidak membuat partikel kembali beterbangan. Jika mengalami gangguan pernapasan atau iritasi akibat paparan abu, warga sebaiknya segera mencari bantuan tenaga kesehatan. Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi aktivitas gunung api yang masih berlangsung.
Erupsi Gunung Dukono pada Minggu pagi kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas vulkanik di Maluku Utara. Meski tinggi kolom abu tidak teramati, kondisi tersebut tetap memerlukan perhatian karena erupsi telah terjadi. Pemantauan berkelanjutan dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung dan kemungkinan perubahan tingkat bahayanya. Masyarakat diimbau mengikuti informasi serta rekomendasi terbaru dari petugas pengamatan gunung api dan instansi kebencanaan. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko akibat erupsi diharapkan dapat ditekan sehingga keselamatan warga tetap terjaga.




