Jakarta, 9 Mei 2026 – Jemaah haji asal Indonesia di Mecca diingatkan untuk tidak menjemur pakaian di area atap hotel tempat mereka menginap. Larangan tersebut disampaikan otoritas terkait di Arab Saudi demi alasan keselamatan, kerapian lingkungan, dan aturan pengelolaan bangunan di kawasan pemondokan jemaah.
Menanggapi kebijakan tersebut, pihak Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama petugas pendamping haji mulai mencari alternatif lokasi penjemuran agar kebutuhan jemaah tetap dapat terpenuhi tanpa melanggar aturan yang berlaku.
Selama ini, sebagian jemaah memanfaatkan area atap hotel untuk menjemur pakaian karena cuaca panas di Makkah membuat pakaian cepat kering. Namun penggunaan area tersebut dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan estetika bangunan, terutama di hotel yang menampung ribuan jemaah dari berbagai negara.
Petugas haji Indonesia kini mulai berkoordinasi dengan pihak hotel untuk menyediakan area khusus penjemuran yang lebih aman dan tertata. Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain penggunaan ruang tertentu di area servis hotel atau penyediaan fasilitas pengering pakaian tambahan.
Jemaah diminta mematuhi seluruh aturan yang diterapkan selama berada di Tanah Suci demi menjaga kenyamanan bersama. Petugas juga terus memberikan sosialisasi agar jemaah memahami kebiasaan dan regulasi lokal selama menjalankan ibadah haji.
Selain soal penjemuran pakaian, petugas haji Indonesia juga rutin mengingatkan jemaah terkait aturan penggunaan fasilitas hotel, keamanan barang pribadi, hingga pengaturan aktivitas selama berada di kawasan ibadah yang padat.
Cuaca panas di Makkah memang menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah, terutama dalam menjaga kebersihan pakaian selama rangkaian ibadah berlangsung. Karena itu, kebutuhan fasilitas cuci dan pengering pakaian menjadi salah satu perhatian penting dalam pelayanan pemondokan.
Sebagian jemaah mengaku memahami kebijakan tersebut meski berharap tersedia solusi praktis yang memudahkan mereka. Banyak dari mereka membawa perlengkapan pakaian terbatas sehingga harus rutin mencuci selama menjalankan ibadah.
Petugas haji memastikan upaya pencarian lokasi alternatif dilakukan agar aktivitas jemaah tetap nyaman tanpa mengganggu aturan hotel dan otoritas setempat. Koordinasi dengan pengelola penginapan disebut terus berjalan untuk menemukan solusi terbaik.
Dengan meningkatnya jumlah jemaah dari berbagai negara setiap musim haji, pengaturan fasilitas pemondokan menjadi salah satu aspek penting demi menjaga ketertiban dan kenyamanan seluruh tamu di kawasan Makkah.






