Jakarta, 14 Oktober 2026 – PT PLN (Persero) memasuki babak baru kepemimpinan setelah Suroso Isnandar ditunjuk sebagai direktur utama menggantikan Darmawan Prasodjo. Pergantian pucuk pimpinan perusahaan listrik negara tersebut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada Rabu (14/10/2026). Keputusan ini menjadi perhatian karena PLN memiliki peran strategis dalam menjamin ketersediaan energi listrik bagi masyarakat dan industri nasional. Suroso dipercaya melanjutkan transformasi perusahaan sekaligus menghadapi tantangan pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan. Perubahan kepemimpinan tersebut diharapkan dapat memperkuat kinerja perusahaan dalam mendukung kebutuhan energi Indonesia.
Penunjukan Suroso Isnandar sebagai direktur utama menjadi bagian dari keputusan pemegang saham terkait susunan kepemimpinan PLN. Sebelumnya, posisi tersebut dijabat Darmawan Prasodjo yang telah memimpin perusahaan sejak Desember 2021. Pergantian kepemimpinan dilakukan ketika PLN tengah menjalankan berbagai program penguatan layanan dan pengembangan energi baru terbarukan. Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab terhadap penyediaan tenaga listrik, PLN membutuhkan kesinambungan kebijakan dalam pengelolaan operasional dan investasi. Kehadiran pemimpin baru menjadi momentum untuk melanjutkan program strategis yang telah direncanakan.
Suroso Isnandar bukan sosok baru di lingkungan PLN karena memiliki pengalaman panjang dalam industri ketenagalistrikan. Sebelum dipercaya sebagai direktur utama, ia menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN sejak Juni 2025. Posisi tersebut memberinya tanggung jawab dalam pengembangan proyek kelistrikan serta dukungan terhadap agenda transisi energi perusahaan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk memahami kebutuhan investasi dan tantangan pembangunan infrastruktur energi nasional. Penunjukannya sebagai direktur utama memperluas tanggung jawab yang sebelumnya berfokus pada pengelolaan proyek dan pengembangan energi.
Dari sisi pendidikan, Suroso memiliki latar belakang akademis yang berkaitan erat dengan bidang teknik elektro dan sistem tenaga listrik. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung pada 1994 dengan fokus pada teknik sistem tenaga. Pendidikan magister kemudian ditempuh di University of Abertay, Inggris, dan diselesaikan pada 1999. Suroso juga melanjutkan pendidikan doktoral di bidang Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung hingga meraih gelar doktor pada 2025. Kombinasi pendidikan dan pengalaman profesional tersebut menjadi bekal dalam menghadapi tantangan pengelolaan perusahaan kelistrikan berskala nasional.
Dalam perjalanan kariernya, Suroso pernah menduduki sejumlah posisi strategis di berbagai unit PLN. Ia tercatat pernah menjabat sebagai General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi pada periode 2019 hingga 2021. Setelah itu, ia dipercaya memimpin Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali pada 2021 hingga 2022. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mengenai pengelolaan sistem pembangkitan, penyaluran, dan pengaturan beban listrik. Ia juga pernah mengemban tanggung jawab di bidang digitalisasi dan teknologi informasi perusahaan sebelum masuk dalam jajaran direksi.
Sementara itu, Darmawan Prasodjo meninggalkan posisi direktur utama setelah menjalankan berbagai program transformasi selama masa kepemimpinannya. Darmawan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PLN sebelum dipercaya memimpin perusahaan pada akhir 2021. Dalam periode kepemimpinannya, PLN mengembangkan sejumlah langkah digitalisasi pelayanan, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan agenda transisi energi. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan diri dengan perkembangan kebutuhan listrik nasional. Kepemimpinan baru diharapkan dapat menjaga kesinambungan program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan pembaruan sesuai tantangan perusahaan.
Pergantian direktur utama PLN berlangsung ketika pemerintah memberikan perhatian besar terhadap percepatan pengembangan energi bersih. Salah satu agenda penting yang dihadapi perusahaan adalah peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan dalam sistem kelistrikan nasional. Pengembangan pembangkit tenaga surya, penguatan jaringan transmisi, dan peningkatan kapasitas infrastruktur menjadi bagian dari kebutuhan jangka panjang. PLN juga harus memastikan proses transisi energi tetap memperhatikan keandalan pasokan dan kemampuan masyarakat dalam mengakses listrik. Tantangan tersebut membutuhkan perencanaan investasi serta koordinasi yang kuat antara perusahaan dan pemerintah.
Selain agenda transisi energi, Suroso menghadapi tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan di seluruh Indonesia. Kebutuhan listrik terus berkembang seiring pertumbuhan kawasan industri, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Perusahaan perlu memastikan ketersediaan pasokan dapat mengikuti pertumbuhan permintaan tanpa mengabaikan efisiensi operasional. Penguatan sistem distribusi, pemeliharaan jaringan, dan percepatan penanganan gangguan menjadi aspek penting dalam menjaga kepuasan pelanggan. Transformasi digital juga diharapkan terus dikembangkan untuk meningkatkan kemudahan akses layanan kelistrikan.
Penunjukan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN menandai dimulainya periode kepemimpinan baru di tengah berbagai tantangan sektor energi nasional. Pengalaman panjangnya dalam bidang teknis, pengelolaan proyek, dan pengembangan energi terbarukan menjadi modal untuk melanjutkan transformasi perusahaan. Pemerintah dan masyarakat menaruh perhatian terhadap kemampuan PLN menjaga keandalan pasokan sekaligus mempercepat pembangunan sistem kelistrikan yang lebih berkelanjutan. Kesinambungan kebijakan, peningkatan efisiensi, dan kualitas pelayanan akan menjadi faktor penting dalam perjalanan perusahaan ke depan. Dengan kepemimpinan baru, PLN diharapkan semakin mampu mendukung kebutuhan energi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.




