Jakarta, 25 Mei 2026 – Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik massal yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan berlangsung selama berjam-jam. Gangguan tersebut berdampak luas mulai dari Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara hingga Aceh, dan sempat mengganggu aktivitas masyarakat serta layanan publik. PLN menyebut gangguan mulai terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 18.44 WIB dan langsung memicu gangguan sistem kelistrikan secara berantai di wilayah Sumatera.
Menurut Darmawan, indikasi awal gangguan dipicu faktor cuaca ekstrem pada jaringan transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan pada jalur transmisi tersebut menyebabkan sistem transmisi utama keluar dari jaringan kelistrikan Sumatera dan memicu efek domino ke berbagai pembangkit listrik lain. Di beberapa wilayah terjadi kelebihan pasokan listrik secara tiba-tiba sehingga frekuensi dan tegangan naik, sementara di wilayah lain justru terjadi kekurangan daya yang membuat pembangkit ikut terlepas dari sistem. Kondisi itu menyebabkan blackout meluas di sejumlah provinsi.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM kemudian mengungkap bahwa salah satu jaringan transmisi di wilayah Merangin diduga tersambar petir sehingga memengaruhi kestabilan sistem kelistrikan Sumatera secara keseluruhan. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan sistem kelistrikan Sumatera bagian utara memang banyak disuplai dari wilayah selatan, sehingga ketika gangguan terjadi, seluruh jaringan mengalami ketidakseimbangan dan berujung pemadaman massal.
PLN menyatakan langsung mengerahkan ratusan personel untuk melakukan pemulihan bertahap mulai dari gardu induk, jaringan transmisi, hingga pembangkit listrik. Dalam waktu sekitar dua jam, sebagian gardu dan transmisi berhasil dipulihkan, namun proses penormalan pembangkit membutuhkan waktu lebih lama karena harus dilakukan secara bertahap dan sinkron dengan sistem utama. PLN juga memastikan fasilitas vital seperti rumah sakit, bandara, dan layanan publik menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan listrik.
Di sisi lain, Bareskrim Polri dan Kementerian ESDM ikut turun tangan melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti gangguan tersebut. Tim gabungan memeriksa titik transmisi di Jambi dan membawa sejumlah komponen jaringan yang rusak ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut. Hingga kini, aparat menyebut belum ditemukan indikasi sabotase atau unsur kesengajaan dalam insiden blackout tersebut. Pemerintah juga meminta PLN melakukan evaluasi menyeluruh agar gangguan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.






