Jakarta, 26 Mei 2026 – Mantan winger Manchester United, Angel Di Maria, kembali mengungkap pengalaman pahitnya selama bermain di klub Inggris tersebut dan menyebut mantan pelatih Louis van Gaal sebagai salah satu alasan utama dirinya tidak menikmati masa-masa di Old Trafford. Dalam pernyataan terbarunya, Di Maria mengaku hubungan dengan Van Gaal membuat dirinya sulit berkembang dan akhirnya memiliki kesan negatif terhadap Manchester United secara keseluruhan. Pernyataan itu langsung menjadi perhatian publik sepak bola karena hubungan antara Di Maria dan Van Gaal memang sejak lama dikenal tidak harmonis. Banyak penggemar kembali membahas periode singkat Di Maria di Premier League yang dinilai jauh dari ekspektasi besar saat ia didatangkan sebagai salah satu transfer termahal klub pada masanya.
Angel Di Maria bergabung dengan Manchester United setelah tampil gemilang bersama Real Madrid dan diharapkan menjadi bintang utama dalam proyek kebangkitan klub. Namun perjalanan kariernya di Inggris justru berlangsung singkat dan penuh tekanan. Di Maria beberapa kali mengaku kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain, lingkungan baru, serta hubungan dengan staf pelatih di bawah kepemimpinan Louis van Gaal. Menurutnya, pendekatan Van Gaal membuat dirinya kehilangan kenyamanan bermain dan tidak bisa menunjukkan performa terbaik seperti ketika berada di Spanyol. Situasi itu akhirnya membuat Di Maria memilih hengkang setelah hanya satu musim bersama Manchester United.
Dalam berbagai wawancara sebelumnya, Di Maria memang tidak pernah menyembunyikan rasa kecewanya terhadap pengalaman di Old Trafford. Ia menyebut masa bermainnya di Manchester United sebagai salah satu periode paling sulit dalam karier profesionalnya. Pengamat sepak bola menilai kegagalan Di Maria di Inggris sebenarnya bukan semata persoalan kualitas individu, melainkan kombinasi faktor adaptasi, sistem permainan, dan situasi internal klub saat itu. Pada periode tersebut, Manchester United memang sedang mengalami masa transisi besar setelah era Sir Alex Ferguson berakhir. Banyak pemain bintang yang kesulitan menemukan performa terbaik mereka di tengah perubahan arah permainan dan tekanan tinggi dari publik.
Sementara itu, Louis van Gaal dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan disiplin dan taktik yang sangat ketat. Beberapa mantan pemain memang pernah mengungkap pengalaman kurang nyaman selama bekerja di bawah pelatih asal Belanda tersebut, meski ada pula yang menganggapnya sebagai sosok penting dalam perkembangan karier mereka. Dalam kasus Di Maria, hubungan yang tidak berjalan baik disebut membuat sang pemain kehilangan kepercayaan diri dan motivasi selama berada di klub. Setelah meninggalkan Manchester United, Di Maria justru kembali menemukan performa terbaiknya bersama klub lain dan meraih berbagai gelar penting di level domestik maupun internasional. Hal itu membuat banyak penggemar menilai potensinya sebenarnya tidak pernah benar-benar gagal, hanya tidak cocok dengan situasi di Manchester United saat itu.
Pernyataan terbaru Di Maria kembali membuka diskusi mengenai bagaimana lingkungan klub dan hubungan dengan pelatih dapat sangat memengaruhi performa seorang pemain profesional. Manchester United sendiri dalam beberapa tahun terakhir terus berupaya membangun kembali stabilitas dan identitas klub setelah mengalami berbagai perubahan besar sejak era Ferguson berakhir. Bagi Di Maria, pengalaman di Inggris tampaknya meninggalkan kesan mendalam yang sulit dilupakan hingga sekarang. Meski begitu, kariernya secara keseluruhan tetap dipandang sukses berkat pencapaian bersama klub-klub besar dan tim nasional Argentina. Kisah Di Maria di Manchester United kini menjadi salah satu contoh paling terkenal tentang bagaimana transfer besar tidak selalu berakhir sesuai harapan di dunia sepak bola modern.




