Pasangan ganda Indonesia, Devin Nurhidayat dan Faathir Arsyad, harus mengakui keunggulan lawan pada partai final Macau Open 2026 setelah melalui pertarungan sengit yang berlangsung hingga rubber game.
Dalam laga puncak tersebut, Devin/Faathir tampil penuh semangat dan memberikan perlawanan ketat sejak awal pertandingan. Kedua pasangan saling menekan dan bergantian menguasai jalannya permainan, membuat pertandingan berlangsung menarik hingga gim penentuan.
Setelah berhasil mengamankan satu gim dan kehilangan satu gim lainnya, pertandingan harus ditentukan melalui rubber game. Pada gim ketiga, persaingan berlangsung semakin intens dengan reli-reli panjang dan perebutan poin yang sangat ketat.
Meski berjuang keras hingga poin-poin akhir, pasangan Indonesia akhirnya belum mampu membalikkan keadaan. Lawan tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang penting sehingga Devin/Faathir harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner-up.
Kendati gagal membawa pulang gelar juara, pencapaian menembus final tetap menjadi hasil yang patut diapresiasi. Perjalanan mereka sepanjang turnamen menunjukkan perkembangan positif serta kemampuan bersaing dengan pasangan-pasangan kuat di level internasional.
Penampilan Devin/Faathir di Macau Open juga memberikan sinyal positif bagi masa depan bulu tangkis Indonesia. Konsistensi mereka mencapai babak-babak akhir turnamen menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Pengalaman bertanding di final internasional dinilai sangat berharga bagi kedua pemain. Situasi pertandingan dengan tekanan tinggi seperti ini akan membantu meningkatkan kematangan mental dan kemampuan mereka dalam menghadapi laga-laga besar di masa mendatang.
Meski harus puas dengan posisi runner-up, Devin/Faathir tetap meninggalkan Macau Open 2026 dengan kepala tegak. Perjuangan hingga rubber game menunjukkan semangat pantang menyerah yang menjadi modal penting untuk kembali mengejar gelar juara pada turnamen-turnamen berikutnya.




