Jakarta, 29 Agustus 2026 – Kasus dugaan penggelapan uang milik kreator konten Vilmei memasuki perkembangan baru setelah jumlah pihak yang diduga terlibat bertambah menjadi tiga orang. Sebelumnya, perkara tersebut bermula dari dugaan hilangnya uang lebih dari Rp1,2 miliar dari rekening yang berkaitan dengan pendapatan Vilmei sebagai kreator konten TikTok. Kuasa hukum Vilmei, Koko Joseph Irianto, menyebut tiga orang kini telah ditahan dalam perkara tersebut setelah penyelidikan berkembang dan menemukan dugaan keterlibatan pihak lain. Salah satu di antaranya merupakan karyawan Vilmei yang sebelumnya disebut berinisial Z, sementara pihak lain diduga merupakan pacar karyawan tersebut dan seorang karyawan lainnya. Perkembangan itu membuat perkara yang semula berfokus pada dugaan penggelapan oleh satu orang kini mengarah pada dugaan adanya kelompok yang bekerja sama dalam mengambil keuntungan dari uang milik Vilmei.
Kasus tersebut pertama kali mencuat ketika Vilmei mengetahui saldo rekening yang selama ini menyimpan pendapatan dari aktivitasnya di TikTok tinggal sekitar Rp1 juta. Padahal, uang tersebut disebut merupakan hasil pendapatan yang dikumpulkan selama kurang lebih tujuh tahun dan selama ini tidak banyak disentuh olehnya. Vilmei kemudian melakukan penelusuran terhadap transaksi yang terjadi dan menemukan adanya dugaan pengambilan dana dengan nilai sekitar Rp1.282.915.000. Kecurigaan kemudian mengarah kepada salah seorang karyawannya yang memiliki akses terhadap akun atau pengelolaan pendapatan digital tersebut. Vilmei akhirnya mengumpulkan sejumlah karyawan untuk mencari tahu siapa yang diduga mengambil uang tersebut sebelum persoalan dibawa ke pihak kepolisian.
Dalam perkembangan berikutnya, dugaan kerugian tidak lagi hanya dikaitkan dengan angka Rp1,2 miliar. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, pihak kuasa hukum menyebut nilai kerugian yang diduga dialami Vilmei dapat mencapai lebih dari Rp3 miliar. Dugaan tersebut berkaitan dengan transaksi dan aktivitas lain yang disebut turut merugikan bisnis Vilmei, termasuk persoalan pada bisnis parfum miliknya. Salah satu dugaan yang muncul adalah adanya perubahan harga produk secara tidak semestinya hingga menyebabkan kerugian dalam jumlah besar. Pihak Vilmei kemudian berusaha mengumpulkan informasi mengenai aliran dana dan tindakan lain yang diduga dilakukan oleh orang-orang yang memiliki akses terhadap aktivitas bisnisnya.
Karyawan berinisial Z sebelumnya disebut telah memberikan pengakuan mengenai dugaan pengambilan uang tersebut ketika dikonfrontasi oleh Vilmei. Dalam keterangan yang disampaikan melalui video yang kemudian beredar, Z mengaku mendapat tekanan dari pacarnya dan menyebut adanya ancaman terkait penyebaran video pribadi apabila tidak memberikan uang. Uang yang diduga diambil dari rekening Vilmei kemudian disebut digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk judi daring dan kegiatan bersenang-senang. Namun, seluruh keterangan tersebut masih merupakan bagian dari dugaan dan proses pemeriksaan sehingga perlu dibuktikan melalui penyidikan kepolisian. Polisi selanjutnya mendalami apakah tindakan tersebut dilakukan secara individual atau melibatkan pihak lain yang memiliki peran dalam rangkaian dugaan penggelapan.
Perkembangan paling baru menunjukkan bahwa penyidik tidak hanya memeriksa Z dan pacarnya. Kuasa hukum Vilmei menyebut terdapat seorang karyawan lain yang juga diduga terlibat dan kini ikut ditetapkan sebagai tersangka. Pihak tersebut diduga memiliki peran dalam membuat akun baru yang kemudian digunakan untuk menerima gift melalui aktivitas di TikTok. Menurut penjelasan kuasa hukum, dugaan keterlibatan tersebut mengarah pada adanya satu lingkaran pertemanan di lingkungan kerja Vilmei yang diduga saling membantu dalam menjalankan aksinya. Dengan bertambahnya jumlah tersangka menjadi tiga orang, penyidik memiliki ruang yang lebih luas untuk mengurai pembagian peran serta kemungkinan aliran uang di antara pihak-pihak yang diperiksa.
Vilmei sebelumnya telah membawa perkara tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota bersama kuasa hukumnya. Laporan polisi kemudian diikuti dengan pemeriksaan terhadap karyawan yang diduga terlibat dalam hilangnya uang tersebut. Dalam perkembangan proses hukum, Vilmei juga menyerahkan pihak yang disebut sebagai pacar karyawan terduga pelaku kepada kepolisian untuk menjalani pemeriksaan. Bagi Vilmei, keputusan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum disebut bukan perkara mudah karena orang-orang yang diduga terlibat merupakan bagian dari lingkungan kerja yang selama ini dipercaya. Ia bahkan mengungkapkan mengalami persoalan kepercayaan setelah mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan akses terhadap keuangan dan bisnisnya.
Persoalan tersebut turut mendapat perhatian karena uang yang diduga digelapkan merupakan pendapatan yang dikumpulkan Vilmei selama bertahun-tahun sebagai kreator konten. Pendapatan dari aktivitas TikTok disebut menjadi bagian dari tabungan yang selama ini disimpan dan tidak digunakan secara langsung untuk kebutuhan sehari-hari. Karena itu, hilangnya dana dalam jumlah besar memberikan dampak tidak hanya terhadap kondisi finansial, tetapi juga terhadap rasa percaya Vilmei kepada orang-orang yang bekerja bersamanya. Kuasa hukumnya menyebut Vilmei mengalami kesedihan dan persoalan kepercayaan setelah mengetahui adanya dugaan penggelapan tersebut. Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan pentingnya pengawasan terhadap akses rekening, akun digital, serta sistem keuangan dalam bisnis yang berkembang melalui aktivitas media sosial.
Kasus tersebut kini masih bergulir dan penyidik memiliki tugas untuk mengungkap secara menyeluruh bagaimana dugaan penggelapan dilakukan, berapa nilai kerugian yang sebenarnya, serta siapa saja yang memiliki peran dalam perkara tersebut. Penambahan jumlah tersangka menjadi tiga orang menunjukkan bahwa proses penyelidikan terus berkembang setelah polisi memperoleh informasi dan keterangan tambahan. Pihak Vilmei melalui kuasa hukum juga masih mengikuti proses hukum untuk memastikan dugaan kerugian dapat ditelusuri berdasarkan bukti yang tersedia. Sementara itu, berbagai pengakuan yang muncul dari pihak-pihak yang diduga terlibat tetap perlu diuji melalui mekanisme hukum dan tidak dapat langsung dianggap sebagai kesimpulan akhir. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil penyidikan, pemeriksaan alat bukti, penelusuran transaksi, serta keputusan aparat penegak hukum mengenai konstruksi perkara tersebut.





