Jakarta, 5 September 2026 – Kebakaran hebat melanda lapak pengepul sampah plastik di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, pada Sabtu dini hari. Kobaran api yang membakar tumpukan material plastik dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah rumah kontrakan yang berada di sekitar lokasi. Banyaknya material mudah terbakar ditambah kondisi angin yang cukup kencang membuat penyebaran api berlangsung cepat. Warga yang tengah beristirahat terbangun setelah mendengar teriakan mengenai kebakaran dan melihat kobaran api sudah membesar. Mereka kemudian bergegas meninggalkan rumah sambil menyelamatkan dokumen serta barang berharga yang masih dapat dibawa. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan puluhan personel untuk mencegah api meluas ke permukiman lainnya.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan. Informasi mengenai kebakaran diterima petugas sekitar pukul 00.01 WIB dari laporan warga. Armada pemadam kemudian bergerak menuju lokasi dan proses pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 00.09 WIB. Besarnya kobaran api membuat jumlah armada dan personel yang dikerahkan ditambah secara bertahap. Total 22 unit pemadam dengan kekuatan sekitar 110 personel akhirnya diterjunkan untuk menangani kebakaran. Setelah bekerja lebih dari satu jam, petugas berhasil melokalisasi kobaran utama sekitar pukul 01.35 WIB sehingga penyebarannya dapat dibatasi.
Salah seorang warga bernama Mirso mengaku sedang tidur seorang diri di rumah kontrakannya ketika kebakaran terjadi. Pria berusia 56 tahun tersebut baru mengetahui kejadian setelah mendengar warga berteriak memperingatkan adanya api. Ketika keluar rumah, ia melihat kobaran sudah cukup besar dan warga sekitar mulai berhamburan menyelamatkan diri. Mirso kemudian kembali masuk untuk mengambil sejumlah barang yang dianggap penting sebelum api semakin mendekati rumahnya. Dokumen dan beberapa barang yang mudah dibawa berhasil diselamatkan, termasuk kasur miliknya. Namun, sejumlah peralatan rumah tangga lainnya terpaksa ditinggalkan karena situasi semakin berbahaya.
Menurut keterangan warga, lapak pengepul tersebut menyimpan banyak material plastik yang mudah terbakar. Tumpukan plastik berada sangat dekat dengan bangunan kontrakan sehingga panas dan kobaran api dengan cepat mengancam tempat tinggal warga. Pada bagian yang berdekatan dengan kontrakan, tumpukan material diperkirakan memiliki ketinggian sekitar lima hingga tujuh meter. Sementara tumpukan di bagian tengah area pengepul disebut lebih tinggi dan mempunyai volume yang jauh lebih besar. Material plastik yang terbakar menghasilkan kobaran besar sekaligus asap hitam tebal yang terlihat membubung dari lokasi. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan intensif karena bara dapat bertahan di antara tumpukan material.
Angin yang bertiup cukup kencang pada saat kejadian turut menjadi kendala dalam proses penanganan. Warga mengatakan kobaran api terlihat mudah berpindah ketika tertiup angin sehingga bangunan yang berada dekat dengan lapak menjadi semakin terancam. Kondisi tersebut membuat warga tidak mempunyai banyak waktu untuk menyelamatkan barang dari rumah masing-masing. Prioritas utama akhirnya adalah memastikan seluruh penghuni segera menjauh dari kawasan yang berisiko. Petugas juga harus mengantisipasi percikan api agar tidak mencapai bangunan lain yang belum terbakar. Selain tumpukan sampah, sejumlah kabel udara di sekitar lokasi juga terlihat terdampak kobaran.
Sedikitnya tujuh rumah kontrakan dilaporkan terdampak kebakaran yang berasal dari kawasan lapak tersebut. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan cukup berat setelah api merambat dari tumpukan material di sekitarnya. Warga memperkirakan sekitar empat hingga enam kontrakan mengalami dampak paling parah, meskipun pendataan resmi mengenai tingkat kerusakan masih diperlukan. Sebagian penghuni berhasil menyelamatkan barang sebelum api mencapai rumah mereka, sedangkan lainnya hanya sempat membawa dokumen dan kebutuhan penting. Setelah situasi lebih aman, warga mulai memeriksa kondisi tempat tinggal dan barang yang tersisa. Kerugian material secara keseluruhan belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung.
Penanganan kebakaran tidak berhenti ketika kobaran utama berhasil dilokalisasi. Petugas tetap melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara yang dapat kembali memicu api. Penanganan tumpukan plastik mempunyai tantangan tersendiri karena panas dapat tersimpan di bagian dalam material meskipun permukaannya terlihat sudah padam. Warga menyebut api di kawasan kontrakan baru benar-benar dapat dikendalikan menjelang pagi. Petugas juga harus memastikan area yang berbatasan langsung dengan permukiman berada dalam kondisi aman sebelum warga diperbolehkan mendekat. Proses pendinginan menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran kembali muncul setelah petugas mengurangi jumlah armada di lokasi.
Penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas pada tahap awal memusatkan perhatian pada pemadaman serta perlindungan terhadap permukiman yang berada di sekitar lapak. Karena itu, berbagai dugaan mengenai sumber api belum dapat dianggap sebagai kesimpulan. Pemeriksaan lokasi diperlukan setelah kondisi dinyatakan aman untuk mengetahui titik awal kebakaran serta kemungkinan faktor pemicunya. Keterangan warga dan kondisi instalasi di kawasan tersebut dapat menjadi bagian dari proses pemeriksaan. Hingga penanganan berlangsung, belum terdapat keterangan resmi yang memastikan adanya korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Kebakaran lapak menjadi salah satu jenis kejadian yang mengalami peningkatan di Jakarta Barat sepanjang tahun ini. Data periode Januari hingga Agustus 2026 menunjukkan frekuensi kebakaran di wilayah tersebut meningkat sekitar 9,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kebakaran lapak tercatat meningkat dari delapan kejadian pada 2025 menjadi 12 kejadian pada periode yang sama tahun ini. Pemerintah daerah telah memperkuat mitigasi melalui sosialisasi, pembentukan relawan pemadam kebakaran, pengembangan hidran mandiri, hingga penyediaan alat pemadam api ringan. Kawasan yang memiliki permukiman padat dan berdampingan dengan tempat penyimpanan material mudah terbakar menjadi salah satu lokasi yang membutuhkan perhatian lebih besar.
Kebakaran di Srengseng kembali memperlihatkan tingginya risiko ketika tumpukan material mudah terbakar berada berdekatan dengan tempat tinggal masyarakat. Plastik dalam jumlah besar dapat membuat api berkembang cepat, sementara angin kencang berpotensi memperluas arah penyebarannya dalam waktu singkat. Respons cepat warga dan petugas menjadi faktor penting untuk mencegah dampak yang lebih besar terhadap permukiman di sekitar lokasi. Setelah proses pemadaman selesai, pendataan kerusakan serta pemeriksaan penyebab kebakaran menjadi tahapan berikutnya yang perlu dilakukan. Warga terdampak juga membutuhkan kepastian mengenai kondisi bangunan sebelum kembali menempati kontrakan mereka. Kejadian tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap lokasi penumpukan barang mudah terbakar yang berada di tengah atau berdekatan dengan kawasan permukiman.





