Jakarta, 13 Mei 2026 – Ratusan ribu warga Argentina menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk memprotes kebijakan pemerintah terkait anggaran pendidikan yang dinilai semakin menekan sektor pendidikan nasional. Aksi tersebut berlangsung di berbagai kota besar dan dipusatkan di ibu kota Buenos Aires dengan melibatkan mahasiswa, dosen, guru, hingga kelompok masyarakat sipil.
Para demonstran menilai kebijakan pengurangan dan pembatasan anggaran pendidikan berpotensi memperburuk kondisi universitas dan sekolah negeri yang selama ini sudah menghadapi tekanan ekonomi cukup berat. Banyak peserta aksi membawa spanduk dan poster yang menuntut pemerintah mempertahankan pendanaan pendidikan demi menjaga akses belajar bagi masyarakat luas.
Dalam beberapa bulan terakhir, Argentina memang menghadapi tekanan ekonomi serius yang berdampak pada berbagai sektor publik. Inflasi tinggi, pelemahan ekonomi, dan kebijakan penghematan anggaran membuat pemerintah mengambil langkah efisiensi di sejumlah bidang, termasuk pendidikan. Namun keputusan tersebut memicu penolakan karena dianggap mengorbankan masa depan generasi muda.
Mahasiswa dan tenaga pendidik menyebut banyak institusi pendidikan mulai kesulitan memenuhi kebutuhan operasional akibat keterbatasan anggaran. Beberapa universitas dilaporkan mengalami masalah pembiayaan untuk fasilitas belajar, penelitian, hingga pembayaran kebutuhan dasar operasional kampus. Kondisi tersebut membuat kekhawatiran terhadap kualitas pendidikan semakin meningkat.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengamanan ketat aparat kepolisian. Ribuan massa memenuhi jalan-jalan utama sambil menyuarakan tuntutan agar pemerintah mengubah kebijakan penghematan yang dinilai terlalu membebani sektor pendidikan publik. Meski sebagian besar aksi berjalan damai, situasi sempat memanas di beberapa titik akibat kepadatan massa dan ketegangan dengan aparat keamanan.
Pengamat politik Argentina menilai demonstrasi besar ini menunjukkan tingginya sensitivitas masyarakat terhadap isu pendidikan. Di negara tersebut, pendidikan publik selama bertahun-tahun dianggap sebagai salah satu simbol penting kesetaraan sosial dan akses kesempatan bagi masyarakat kelas menengah maupun kelompok ekonomi lemah.
Pemerintah Argentina sendiri menyatakan langkah efisiensi anggaran dilakukan untuk menstabilkan kondisi ekonomi nasional yang sedang menghadapi tekanan berat. Namun pihak oposisi dan kelompok masyarakat sipil menilai pemerintah seharusnya mencari solusi lain tanpa mengurangi dukungan terhadap sektor pendidikan yang dianggap investasi jangka panjang negara.
Gelombang demonstrasi ini diperkirakan masih akan berlanjut apabila tidak ada perubahan kebijakan dari pemerintah. Banyak masyarakat berharap dialog antara pemerintah, institusi pendidikan, dan kelompok mahasiswa dapat segera dilakukan agar ketegangan sosial tidak semakin meluas di tengah situasi ekonomi Argentina yang masih penuh tantangan.






