Jakarta, 19 September 2026 – Nama Sydney Sweeney kembali menjadi perbincangan setelah tampil dalam kampanye iklan bernuansa provokatif untuk platform prediksi olahraga Novig. Dalam materi promosi yang dirilis pada September 2026 tersebut, aktris berusia 29 tahun itu tampil dengan pakaian sangat minim hingga berpose tanpa busana dengan bagian tubuh tertentu ditutupi perlengkapan olahraga. Konsep iklan menggunakan berbagai atribut seperti bola basket, bola American football, raket tenis, tongkat hoki, dan perlengkapan cabang olahraga lainnya. Kampanye tersebut segera menyebar luas di media sosial dan memicu perdebatan mengenai representasi perempuan dalam pemasaran olahraga. Sejumlah atlet perempuan menilai pendekatan tersebut terlalu menonjolkan seksualisasi dibandingkan kemampuan dan kerja keras perempuan dalam olahraga. Sweeney sendiri bukan sekadar model kampanye karena ia disebut sebagai mitra strategis sekaligus memiliki kepentingan ekuitas di Novig.
Sydney Bernice Sweeney lahir di Spokane, Washington, Amerika Serikat, pada 12 September 1997. Ia mulai meniti karier akting sejak usia muda sebelum namanya dikenal secara luas melalui berbagai produksi televisi dan film. Perjalanan kariernya tidak berlangsung instan karena Sweeney sempat mengambil sejumlah peran kecil sebelum mendapatkan karakter yang membuatnya semakin diperhitungkan di Hollywood. Salah satu titik penting datang ketika ia bergabung dalam serial HBO Euphoria sebagai Cassie Howard. Karakter tersebut membuat popularitasnya meningkat sekaligus memperlihatkan kemampuan Sweeney membawakan tokoh dengan konflik emosional yang kompleks. Ia kemudian memperluas portofolionya melalui serial, film layar lebar, produksi independen, hingga keterlibatan sebagai produser.
Popularitas Sweeney semakin menguat setelah penampilannya dalam musim pertama serial The White Lotus. Ia berperan sebagai Olivia Mossbacher dalam serial antologi tersebut dan mendapatkan perhatian bersama jajaran pemain lainnya. Pada 2022, Sweeney memperoleh nominasi Emmy untuk penampilannya dalam Euphoria dan The White Lotus, memperkuat posisinya sebagai salah satu aktris muda Hollywood yang banyak diperbincangkan. Karier layar lebarnya kemudian berkembang melalui sejumlah proyek dengan genre berbeda. Salah satu film komersialnya yang paling dikenal adalah komedi romantis Anyone But You bersama Glen Powell. Sweeney juga membintangi film horor Immaculate dan terlibat sebagai produser, memperlihatkan keinginannya mengambil peran lebih besar di balik layar.
Di luar film dan televisi, Sweeney mempunyai daya tarik komersial yang membuatnya kerap dilibatkan dalam kampanye berbagai merek. Penampilan dan gaya fesyennya juga sering menjadi perhatian ketika menghadiri pemutaran perdana film, festival maupun acara penghargaan. Namun, besarnya perhatian tersebut membuat setiap kampanye yang melibatkannya mudah berkembang menjadi pembicaraan publik. Situasi serupa terjadi ketika ia muncul dalam kampanye Novig yang dirilis pada 9 September 2026. Iklan berdurasi sekitar satu menit itu menempatkan Sweeney dalam berbagai adegan bertema olahraga dengan konsep yang sengaja dibuat provokatif. Dalam salah satu adegan, ia menggunakan dua bola American football untuk menutupi bagian dadanya, sedangkan adegan lain memperlihatkannya berada di sekitar ring basket dan perlengkapan olahraga lainnya.
Kontroversi kemudian berkembang setelah sejumlah atlet perempuan mempertanyakan hubungan konsep tersebut dengan representasi perempuan dalam olahraga. Perenang Australia Ariarne Titmus, peraih empat medali emas Olimpiade, menjadi salah satu atlet yang menyampaikan kritik keras. Titmus menilai kampanye tersebut tidak menggambarkan dedikasi, kerja keras, persahabatan, dan keunggulan yang menjadi bagian dari kehidupan atlet. Sprinter Inggris Amy Hunt juga menyampaikan pandangannya setelah tampil di Ultimate Championship di Budapest. Menurut Hunt, kehidupan perempuan dalam olahraga berkaitan dengan otot, latihan keras, keringat, pengorbanan dan berbagai tantangan yang tidak selalu terlihat glamor. Kritik mereka diarahkan terutama terhadap konsep kampanye dan cara olahraga perempuan direpresentasikan melalui materi pemasaran tersebut.
Gelombang kritik tidak berhenti pada Titmus dan Hunt. Atlet polo air Australia Tilly Kearns ikut menyampaikan ketidaksukaannya terhadap kampanye tersebut, sedangkan petinju Skye Nicolson menyoroti perbedaan antara atlet yang terlihat menarik dengan penggunaan daya tarik seksual sebagai alat utama untuk menjual sesuatu yang berkaitan dengan olahraga. Mantan pesenam Amerika Serikat Gracie Kramer merespons dengan mengunggah rekaman dirinya melakukan rutinitas senam untuk memperlihatkan perspektif berbeda mengenai perempuan dalam olahraga. Sejumlah atlet lain juga mengunggah video latihan dan pertandingan mereka sebagai respons terhadap kampanye tersebut. Mereka menekankan kekuatan fisik, kemampuan, disiplin dan pencapaian sebagai unsur yang seharusnya mendapat perhatian ketika membicarakan atlet perempuan. Perdebatan tersebut kemudian berkembang melampaui iklan Sweeney menjadi diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana tubuh perempuan digunakan dalam pemasaran olahraga.
Sweeney tidak memberikan tanggapan panjang secara langsung terhadap setiap kritik yang diarahkan kepadanya. Namun, setelah polemik berkembang, ia membagikan sejumlah foto lama atlet terkenal yang pernah tampil tanpa busana dalam pemotretan olahraga melalui Instagram Stories. Foto-foto tersebut mencakup figur seperti Serena Williams, Ronda Rousey, Sue Bird, Megan Rapinoe, Caroline Wozniacki hingga mantan pemain NFL Rob Gronkowski. Unggahan itu kemudian ditafsirkan sejumlah media sebagai respons tidak langsung terhadap kritik atas kampanye Novig. Perbandingan tersebut juga menimbulkan perdebatan baru karena konteks pemotretan atlet dan iklan komersial dinilai tidak selalu identik. Hingga gelombang kritik berkembang, laporan Associated Press menyebut Sweeney maupun perwakilan Novig belum memberikan respons langsung terhadap permintaan komentar mengenai keberatan para atlet.
Amy Hunt kemudian menjelaskan bahwa kritik tersebut menurutnya bukan persoalan pribadi terhadap Sweeney. Ia mengatakan perdebatan yang muncul justru dapat diarahkan menjadi momentum untuk merayakan perempuan dalam olahraga berdasarkan kemampuan mereka. Hunt menyoroti pentingnya memberikan contoh kepada anak perempuan bahwa tubuh dalam olahraga seharusnya dinilai berdasarkan apa yang mampu dilakukan, bukan semata-mata bagaimana penampilannya. Atlet sepeda Inggris Sophie Capewell juga menyampaikan pesan serupa dengan menampilkan aktivitas latihan dan mempertanyakan bagaimana perempuan dapat lebih banyak dilihat berdasarkan kemampuan mereka. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa kontroversi bukan semata mengenai pilihan Sweeney untuk tampil terbuka. Fokus kritik terutama berada pada penggunaan citra seksual dalam kampanye yang menjadikan olahraga sebagai latarnya.
Kontroversi Novig pada akhirnya menambah panjang perjalanan Sydney Sweeney sebagai salah satu figur Hollywood yang mampu menarik perhatian besar di luar karya aktingnya. Di satu sisi, ia telah membangun karier melalui sejumlah produksi populer dan memperoleh pengakuan industri melalui nominasi penghargaan bergengsi. Di sisi lain, statusnya sebagai figur komersial membuat pilihan kampanye yang dilakukannya ikut menjadi objek perdebatan publik. Polemik terbaru mempertemukan dua persoalan berbeda, yakni kebebasan seorang perempuan menentukan bagaimana dirinya tampil dan kritik mengenai penggunaan seksualisasi dalam pemasaran olahraga. Sejumlah atlet menegaskan keberatan mereka bukan terhadap daya tarik atau feminitas perempuan, melainkan terhadap gambaran olahraga perempuan yang dinilai terlalu berpusat pada penampilan tubuh. Perdebatan tersebut membuat kampanye Novig berkembang jauh melampaui tujuan promosinya dan menjadi diskusi internasional mengenai representasi perempuan, pemasaran, serta dunia olahraga.




