Jakarta, 19 September 2026 – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menempatkan isu keamanan regional sebagai salah satu tema utama ketika memulai kampanye Partai Likud menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober 2026. Dalam pidatonya di Tel Aviv, Netanyahu menyatakan pemerintahannya ingin melanjutkan operasi terhadap sejumlah pihak yang dipandang sebagai ancaman bagi Israel. Salah satu pernyataan paling menonjol adalah komitmennya untuk berupaya menjatuhkan pemerintahan Iran. Ia juga berbicara mengenai operasi Israel terhadap Hezbollah di Lebanon dan Hamas di Jalur Gaza. Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana konflik regional menjadi bagian penting dari pesan kampanye Likud. Netanyahu menggambarkan kebijakan keamanan pemerintahannya sebagai alasan bagi pemilih untuk kembali memberikan dukungan kepada partainya.
Netanyahu menyatakan masih terdapat sejumlah misi yang menurutnya harus diselesaikan Israel setelah rangkaian konflik sejak serangan 7 Oktober 2023. Ia menunjuk operasi militer di Iran, Lebanon, Suriah dan Gaza sebagai bagian dari rekam jejak pemerintahannya. Dalam konteks Iran, Netanyahu secara terbuka menyebut pergantian pemerintahan di Teheran sebagai tujuan yang ingin dicapai. Pernyataan tersebut bukan pertama kalinya disampaikan karena pada awal September ia juga menyebut upaya menjatuhkan pemerintahan Iran sebagai salah satu misi utama Israel. Pemerintah Iran selama ini memandang tindakan dan pernyataan Israel sebagai ancaman terhadap kedaulatan negaranya. Ketegangan kedua negara pun tetap menjadi salah satu sumber risiko keamanan terbesar di Timur Tengah.
Selain Iran, Netanyahu menggunakan pidato kampanyenya untuk menyoroti Hezbollah dan Hamas. Ia menyatakan Israel harus melanjutkan tekanan terhadap kedua kelompok tersebut sampai tujuan keamanan pemerintahannya tercapai. Netanyahu juga mengaitkan keberadaan pasukan Israel di sejumlah wilayah dengan strategi pemerintahannya menghadapi ancaman lintas perbatasan. Kebijakan tersebut menjadi isu yang diperdebatkan dalam politik domestik Israel karena menyangkut keamanan, operasi militer dan masa depan wilayah yang terdampak konflik. Kelompok oposisi memiliki kritik terhadap berbagai aspek kepemimpinan Netanyahu, termasuk penanganan keamanan sebelum dan sesudah serangan 7 Oktober 2023. Perbedaan tersebut diperkirakan tetap menjadi bagian penting dalam kampanye menjelang pemungutan suara.
Pemilu mendatang merupakan pemilihan nasional pertama Israel sejak serangan 7 Oktober 2023 yang kemudian diikuti perang berkepanjangan dan konflik di sejumlah front. Netanyahu menghadapi tantangan dari sejumlah kekuatan politik yang menawarkan perubahan kepemimpinan dan pendekatan pemerintahan. Salah satu pesaing penting datang dari kelompok politik yang dipimpin mantan petinggi militer Gadi Eisenkot. Isu keamanan menjadi salah satu medan utama persaingan, tetapi persoalan ekonomi, biaya hidup dan hubungan Israel dengan komunitas internasional juga menjadi perhatian pemilih. Situasi tersebut membuat kampanye berlangsung di tengah kondisi politik dan keamanan yang tidak biasa. Komposisi parlemen setelah pemilu akan menentukan proses pembentukan pemerintahan berikutnya.
Pernyataan Netanyahu mengenai Iran juga memiliki implikasi yang melampaui kepentingan kampanye domestik. Upaya secara terbuka untuk mengganti pemerintahan negara lain dapat meningkatkan ketegangan dan memperbesar risiko konfrontasi militer. Teheran dan Israel telah terlibat dalam rangkaian serangan serta ancaman balasan yang membuat negara-negara lain di kawasan meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah Iran mempertahankan bahwa sistem politik dan masa depan negaranya merupakan urusan rakyat Iran. Israel, sementara itu, menempatkan program nuklir, kemampuan rudal dan jaringan kelompok yang didukung Iran sebagai ancaman keamanan. Perbedaan kepentingan tersebut membuat hubungan kedua negara tetap berada dalam situasi konfrontatif.
Menjelang pemilu 27 Oktober, Netanyahu diperkirakan terus menggunakan rekam jejak keamanan dan operasi militer sebagai bagian dari kampanye Likud. Namun, pemilih Israel juga akan mempertimbangkan berbagai isu domestik dan kebijakan lain ketika menentukan pilihan politik mereka. Pernyataan mengenai Iran memperlihatkan bahwa arah kebijakan luar negeri dan keamanan akan tetap menjadi salah satu tema utama dalam kampanye. Pada saat yang sama, setiap eskalasi baru dapat berdampak terhadap situasi keamanan Israel maupun negara-negara lain di Timur Tengah. Hasil pemilu nantinya akan menentukan konfigurasi parlemen dan koalisi yang memiliki peluang membentuk pemerintahan. Sampai pemungutan suara berlangsung, perdebatan mengenai keamanan, perang dan hubungan Israel dengan Iran diperkirakan terus mewarnai persaingan politik di negara tersebut.






